Mayang Astorina Sundari (F1D2 10 155)
Pada dasarnya pendidikan adalah proses
pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Bila di lihat
secara etimologi atau secara bahasa maka dalam islam pendidikan berasal dari
kata Tarbiyah, dengan kata kerja Rabba yang memiliki makna mendidik atau
mengasuh. Jadi Pendidikan dalam Islam adalah Bimbingan oleh pendidik terhadap
perkembangan jasmani, rohani dan akal anak didik sehingga bisa terbentuk
pribadi muslim yang baik.ini artinya bahwa ada tujuan yang akan di capai dalam
proses pendidikan tersebut, salah satunya adalah menciptakan manusia yang
bermoral dan berintelektual.
Pendidikan sebagai usaha sadar yang
sistematis-sistemik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta pengindahan
sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas tersebut sangat penting, karena
pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat
bangsa tertentu. Beberapa landasan pendidikan tersebut adalah landasan
filosofis, sosiologis, dan kultural, yang sangat memegang peranan penting dalam
menentukan tujuan pendidikan. Selanjutnya landasan ilmiah dan teknologi akan
mendorong pendidikan untuk menjemput masa depan.
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sikap
dan pikiran manusia. Tujuan dari mempelajari ilmu psikologi adalah untuk
memahami alasan dibalik sikap dan proses mental manusia dengan cara meneliti
baik itu prinsip-prinsip umum maupun spesifik dari suatu kasus. Bagi kebanyakan
praktisi psikologi, tujuan mempelajari dan mengaplikasikan ilmu psikologi
adalah untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
Psikologi pendidikan dapat dikaitkan dengan
prinsip-prinsip pendidikan dalam psikologi atau bagaimana pendidikan sebagai
suatu disiplin yang diajarkan dalam psikologi menjadi subjek dan bagaimana
keduanya saling berhubungan satu sama lain. Fokus utama psikologi pendidikan
adalah mempelajari bagaimana manusia belajar, cara pembelajaran yang efektif,
metode yang digunakan dalam pembelajaran dan peranan prinsip-prinsip-prinsip
psikologi dalam studi sekolah sebagai sistem sosial.
Psikologi
pendidikan merupakan aplikasi tujuan psikologi dalam sisitem pendidikan atau
dengan kata lain aplikasi tujuan pendidikan dalam proses psikologi. Fokus
pertama penerapan psikologi dalam pendidikan bersifat umum dan pendekatan kedua
menggunakan pendidikan dalam psikologi peserta didik atau individu peserta
didik. Namun secara umum, tidak ada perbedaan antara psikologi pendidikan
individualistik dan psikologi pendidikan umum, dimana keduanya saling
berkaitan, dan dianggap sebagai disiplin dari psikologi pendidikan.
Pendidikan
dan pengajaran nampaknya dapat dianggap sebagai bidang profesi yang paling
banyak memanfaatkan penerapan psikologi. Khususnya dalam pendidikan dan
pengajaran persekolahan.
Program-program dalam persekolahn yang memanfattkan
hasil penelitian psikologi antara lain :
1. Pengajaran
Bagi para pendidik, pengetahuan tentang psikologi yang
dimiliki akan amat membantu dalam menghadapi anak didiknya. Misalnya, bagaimana
memanfatkan hasil penelitian pendidikan sehingga dapat mendorong anak belajar,
bagaimana memanfaatkan alat peraga dalam mengajar, dan lain sebagainya.
2. Kurikulum
Dasar-dasar psikologi digunakan untuk menyusun program
pengajaran, yang sesuai dengan masa perkembangan anak, kebutuhan –kebutuhan
anak, minat anak, dan lain sebagainya.
3. Disiplin dan peraturan
Pembuatan peraturan-peraturan sehingga dengan suka
rela anak mau menurutinya, penciptaan suasana sekolah yang menyenangkan dan
lain sebaginya.
4. Human Relationship
Hubungan antar personal di sekolah sehingga dinamika
kerja lebih efektif dan efisien misalkan guru dengan murid, guru dan kepala
sekolah dan lain sebagainya.
Dalam kehidupan kemasyarakatn dikenal adanya
“pengembangan masyarakat”, yang berusaha mendayagunakan potesi-potensi
manusiawai masyrakat untuk lebih memajukan peri kehidupan dan kemakmuran
masyarakat. Dengan pendekatan psikologi diadakanlah program pendidikan
masyarakat, program pengajaran sambil bekerja, program pemberantasan buta
kasara dan sebagainya.
Diangnosa masalah-masalah sosial merupakan kegiatan para
ahli”pekerja sosial” dalam menentukan penyebab penyakit-penyakit
sosial sehingga ditemukan jalan keluar yang dapat ditempih dan dijalankan dalam
terapi sosial.
Setiap manusia atau tepatnya setiap anak terlahir
tanpa memiliki sedikitpun pengetahuan dan kemampuan, sehingga untuk mencapai pengetahuan
dan kemampuan tersebut maka hal itu tentu harus melalui beberapa proses dengan
menjalani fase-fase perkembangan yang ada atau dalam arti mengaplikasikan psikologi
dalam pendidikan demi menjapai tujuan dan kemampuan tersebut. fase-fase atau
periode-periode tersebut tidak lain adalah periode infancy (bayi), early
childhood (usia balita), middle and late sedikit childhood(periode sekolah dasar),
adolescence (masa remaja). demi sedikit
lama – lama menjadi bukit, begitu pula dalam hal penerapan atau aplikasi
psikologi khususnya dalam pendidikan.tidak sertamerta melakukan proses dengan
motifasi atau tujuan bahwa kelak si anak harus menjadi baik. tetapi juga mengacu
dan dimulai dari satu sisi kesisi yang lain. dalam artian bahwa proses tersebut
diawali dengan terfokus kepada satu sisi mulai dari pembentukan
kepribadian,sosial, moral dan tingkah laku,yang tentunga mengikuti fase dan
periode perkembangan anak yang ke depannya dapat
membentuk kepribadian masyarakat dalam suatu negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar